Selasa, 27 November 2018

Praktik Pemecahan Masalah: Materi Peluang (Dasar)

Jika kamu sudah memahami pembahasan awal tentang Peluang, kamu dapat mencoba untuk memecahkan masalah-masalah berikut ini.


Contoh soal Kuis Matematika Bidang Perikanan

Salam BeMath!

Be a Mathematical Thinker!

Berikut ini adalah salah satu contoh kuis MK Matematika yang saya berikan untuk Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.



Semoga Bermanfaat!

Peluang

Salam BeMath!
Be a Mathematical Thinker!

PENGERTIAN PELUANG

Sumber: www.independent.co.uk
Kesempatan kali ini saya akan membahas materi Peluang. Apakah kalian pernah mendengar kata peluang? Bagi kamu yang memiliki hobi menonton pertandingan sepak bola atau Motor GP mungkin pernah mendengar istilah ini. 
"Peluang kemenangan Tim Barcelona pada pertandingan kali ini kurang dari 50%. Hal ini karena andalan Tim, Lionel Messi, sedang mengalami cedera tulang kaki dan akan beristirahat sepanjang musim.
"Melihat hasil pertandingan pada dua race terakhir, Rossi memiliki peluang 75% untuk berada diposisi tiga besar."
Apa sih sebenarnya PELUANG itu?
Sederhananya, jika dalam suatu pertandingan antara dua tim seperti Sepak Bola, maka kedua tim diakhir pertandingan hanya memiliki dua kemungkinan, (1) menang atau (2) kalah. Dari sisi kedua tim, peluang untuk menang adalah 1 diantara 2 kemungkinan. Ditunjukkan dengan angka  atau 50%. Bagaimana dengan peluang tim untuk kalah? Karena Kalah merupakan 1 diantara 2 kemungkinan maka peluangnya juga .
Contoh lainnya, jika dalam suatu pertandingan motor GP terdiri dari 12 orang peserta, maka terdapat 12 kemungkinan nama yang akan bertengger diposisi pertama pada akhir putaran. Ini berarti, jika Rossi merupakan salah satu peserta pada pertandingan tersebut, maka peluang namanya ada diposisi pertama adalah 1 dari 12 kemungkinan. Ditunjukkan dengan angka .
Mudah kan?
Selanjutnya kita akan melihat secara detail apa yang dimaksud dengan Peluang dalam Matematika dan bagaimana cara penentuannya. 
Berdasarkan kedua contoh di atas, pernyataan tentang "kemungkinan" dari suatu kejadian itulah yang dinamakan dengan peluang. 1) Peluang kejadian "menang" pada pertandingan sepak bola; dan 2) Peluang kejadian "nama pemain berada pada posisi pertama".
Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa,
    “ Peluang adalah nilai/angka yang menunjukan kemungkinan terjadinya suatu kejadian. Angka ini diperoleh sebagai perbandingan banyaknya kejadian dengan seluruh kejadian yang ada pada suatu kondisi“
Bagaimana, paham kan apa itu peluang?
Jika belum, silahkan ulangi kembali penjabaran di atas yaa.
Jika sudah, ayo Lanjut!
RUANG SAMPEL DAN TITIK SAMPEL

Penentuan peluang suatu kejadian bergantung pada jumlah kejadian yang akan dicari peluangnya dan total seluruh kejadian. Berdasarkan kebutuhan ini, munculah istilah titik sampel dan ruang sampel. Misalnya, kita sedang mengamati suatu kumpulan kejadian atau percobaan.
Ruang Sampel adalah himpunan dari semua kejadian (hasil percobaan) yang mungkin terjadi dalam pengamatan kita.
Ruang sampel disimbolkan dengan S. Sehingga n(S) menyatakan banyaknya anggota ruang sampel (Ingat kembali materi himpunan, Kelas 7).

Titik Sampel adalah anggota yang ada di dalam ruang sampel
Apa perlunya kita mengetahui ruang sampel dan titik sampel?
Kembali ke contoh di atas:
Contoh 1
Kejadian: Hasil pertandingan dua Tim Sepak Bola
    Ruang Sampel = {menang, kalah}
    Menang merupakan titik sampel 
    Kalah merupakan titik sampel
    Banyaknya anggota ruang sampel = n(S) = 2
    Kejadian Menang muncul 1 kali, ini berarti jika himpunan kejadian Menang kita misalkan dengan  A, maka n(A) = 1. Berdasarkan informasi ini kita dapat menentukan peluang kejadian Menang yaitu .
Contoh 2
Kejadian: Nama pemain yang berada di posisi pertama pada akhir putaran Motor GP
    Ruang Sampel = {A, B, C, D, E, F, G, H, I, J, K, Rossi}
    Rossi merupakan titik sampel 
    merupakan titik sampel, dll.
    Banyaknya anggota ruang sampel = n(S) = 12
    Kejadian muncul nama Rossi pada pososisi pertama adalah 1 kali, ini berarti jika himpunan kejadian muncul nama Rossi pada pososisi pertama kita misalkan dengan B, maka n(B) = 1. Berdasarkan informasi ini kita dapat menentukan peluang kejadian muncul nama Rossi pada pososisi pertama yaitu .
Sudah mulai terang benderang kan pemahaman kalian tentang Peluang... :) 
Lanjut ke contoh berikutnya!
Contoh 3
Kejadian: Pelemparan sebuah dadu.
Diketahui bahwa dadu memiliki 6 sisi yaitu sisi 1, 2, 3, 4, 5 dan 6. Jadi, ketika kalian melempar sebuah dadu, maka keenam angka itulah yang MUNGKIN akan muncul. Jadi, kita dapat mengetahui:   
    Ruang Sampel = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
   n(S) = 6
    Misalkan C adalah kejadian munculnya mata dadu angka genapMaka C = {2, 4, 6} sehingga           n(C) = 3. Kita dapat menyimpulkan peluang kejadian munculnya mata dadu

 angka genap adalah   atau .

PELUANG SUATU KEJADIAN

Berdasarkan contoh-contoh di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa peluang kejadian A atau P(A) dapat  ditentukan dengan rumus:
Rumus Peluang suatu kejadian 

Dengan :
P(A) = Peluang kejadian A
n(A) = Banyaknya anggota kejadian A atau Jumlah titik sampel kejadian A pada S
n(S) = Banyaknya anggota Ruang sampel 
Setelah memahami cara menentukan peluang suatu kejadian, hal berikutnya yang harus kalian kuasai adalah bagaimana menentukan anggota ruang sampel. Jumlah anggota ruang sampel dapat ditentukan dengan melihat banyaknya anggota pada setiap himpunan yang terlibat. Jika hanya satu himpunan yang terlibat seperti ketiga contoh yang sudah kalian pelajari, maka anggota ruang sampelnya sama dengan anggota himponan yang terlibat. Bagaimana jika himpunan yang terlibat lebih dari satu?
Ayo kita simak contoh berikut!

Contoh 4

Rani mengikuti bimbingan belajar setiap hari Senin sore. Untuk pergi ke tempat bimbel, ia memiliki beberapa pasang sepatu dan dress yang dapat dia pasangkan sesuai selera. Rani memiliki 3 pasang sepatu berwarna hitam, coklat, dan abu-abu, serta empat buah dress berwarna kuning, ungu, hijau, dan biru. Dapatkah kalian menentukan semua pasangan sepatu-dress yang mungkin digunakan Rani pada hari Senin? Berapakah besar peluang ia akan menggunakan dress dengan sepatu berwarna coklat?

Kemungkinan pasangan sepatu-dress yang akan digunakan Rani adalah:



DRESS


Kuning (K)
Ungu (U)
Hijau (Hj)
Biru (B)
SEPATU
Hitam (H)
(H,K)
(H,U)
(H,Hj)
(H,B)
Coklat (C)
(C,K)
(C,U)
(C,Hj)
(C,B)
Abu-Abu (A)
(A,K)
(A,U)
(A,Hj)
(A,B)

Semua anggota ruang sampel terlihat di dalam tabel sebagai pasangan sepatu-dress. 
Jumlah anggota ruang sampel
n(S) = 12
Selanjutnya, misalkan C adalah himpunan kejadian Rani menggunakan dress dengan sepatu warna coklat. Pada tabel, C ditandai dengan warna kuning.


DRESS


Kuning (K)
Ungu (U)
Hijau (Hj)
Biru (B)
SEPATU
Hitam (H)
(H,K)
(H,U)
(H,Hj)
(H,B)
Coklat (C)
(C,K)
(C,U)
(C,Hj)
(C,B)
Abu-Abu (A)
(A,K)
(A,U)
(A,Hj)
(A,B)
n(C) = 4
Sehingga diperoleh,
Jadi, peluang Rani menggunakan dress dengan sepatu coklat di Hari Senin adalah . Kita juga dapat mengatakan peluang Rani menggunakan dress dengan sepatu coklat di Hari Senin adalah sebesar 33,33%
Cat: Persentase diperoleh dengan mengubah pecahan  kebentuk persen.

CARA MENENTUKAN RUANG SAMPEL

Bagaimana cara menentukan ruang sampel? Ada banyak cara, diantaranya adalah dengan menghayalkannya di Otak kamu, wkwkwkwk... (Serius!). Bagi matematikawan yang sudah Expert menentukan ruang sampel akan semudah memilih Hero dalam ML. Tapi tentunya kemampuan itu tidak didapatkan dengan cuma-cuma. Butuh latihan bertahun-tahun sampai bisa mencapai skill dewa seperti itu.

Nah, sebelum kamu bisa mengikuti jejak mereka, berikut ini dijabarkan beberapa cara yang dapat kamu gunakan untuk mendaftar semua anggota dari suatu ruang sampel.
    1. Dengan cara mendaftarkan satu-persatu.
      Cara ini merupakan cara sederhana untuk jenis masalah yang levelnya Zero (0) ke bawah (Emang ada???). Alias untuk masalah-masalah terkait peluang yang masih sangat simple atau dasar. Contohnya seperti yang sudah kamu pahami di contoh 1 - 3 (Ada lah...). 

    2. Dengan menggunakan diagram pohon.
    Sumber: www.thecalculatorsite.com
    Sumber: www.thecalculatorsite.com
      Bukan dengan membuat pohon beneran ya. Tapi dengan membuat diagram yang bercabang layaknya ranting-ranting pohon. Cara ini biasanya digunakan untuk masalah-masalah yang tingkat kesulitannya menengah ke bawah (seperti Status ekonomi rakyat, wkwkwk...). Penggunaan diagram pohon digunakan jika Himpunan yang terlibat dalam suatu percobaan/kejadian itu lebih dari satu himpunan.
      Contoh 5
      Ruang sampel dari pelemparan 3 buah Uang Koin secara bersamaan. 
      Setiap uang koin memiliki 2 kemungkinan yaitu muncul sisi Angka (A) dan muncul sisi Gambar (B). Jika tiga uang koin dilempar secara bersamaan maka kemungkinan kejadian yang muncul (ruang sampel) dapat dijabarkan pada diagram pohon berikut.

                                                                     Koin I     Koin 2   Koin 3
      Diagram batang 3 koin
      Berdasarkan diagram ini kita dapat melihat bahwa
      S = {(A,A,A), (A,A,G), (A,G,A), (A,G,G), (G,A,A), (G,A,G), (G,G,A), (G,G,G)}
      Titik sampel (A,A,G) menunjukkan bahwa pada koin pertama muncul sisi Angka, koin kedua muncul sisi Angka, dan koin ketiga muncul sisi Gambar.
    3. Dengan menggunakan tabel.
      Penggunaan tabel sangat dibutuhkan untuk masalah-masalah yang kesulitannya tergolong menengah ke atas (kecuali bagi para expert). Meskipun pada aplikasinya, penggunaan tabel atau diagram pohon bergantung pada kenyamanan (keahlian) si pemecah masalahnya. Sama seperti pada diagram pohon, cara ini baiknya digunakan untuk masalah yang melibatkan dua atau lebih himpunan. 
      Contohnya diantaranya dapat kamu lihat pada contoh 4 yang sudah kita bahas sebelumnya.

BATASAN NILAI PELUANG
Apakah ada kejadian yang memiliki peluang 2? atau adakah kejadian yang berpeluang -1?

Jawabannya adalah:
TIDAK.

Kita dapat melihat kembali bahwa suatu kejadian merupakan himpunan bagian dari ruang sampelnya (Perhatikan contoh 1 - 4). Selain itu, telah diketahui bahwa himpunan kosong (n = 0) dan himpunan itu sendiri merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan. Perhatikan dua kasus ini:
(i) Himpunan kosong merupakan himpunan bagian suatu himpunan
Contoh 6
Misalkan,
S = Himpunan hewan
A = Himpunan ikan yang berkembang biak dengan cara beranak
Jelas kita mengetahui bahwa A merupakan himpunan bagian dari S dan A merupakan himpunan kosong karena semua ikan berkembang biak dengan cara bertelur sehingga n(A) = 0. (Ingat kembali bahwa paus dan lumba-lumba bukan tergolong Ikan)
Dari sini kita dapat menentukan
(ii) Suatu Himpunan  merupakan himpunan bagian dirinya sendiri
Berdasarkan semua contoh yang telah disajikan, kita dapat menentukan

Berdasarkan kedua kasus ini kita dapat meilihat bahwa nilai peluang terkecil adalah 0 dan terbesar adalah 1. Kesimpulannya, 
    ”Peluang suatu kejadian bernilai antara 0 dan 1, atau dapat dituliskan
    0 ≤ P(A) ≤ 1 “
Selain penjelasan berdasarkan kasus di atas, suatu kejadian A dikatakan memiliki peluang nol atau
P(A) = 0 jika kejadian A mustahil untuk terjadi. Sebaliknya, suatu kejadian A dikatakan memiliki peluang 1 atau P(A) = 1 jika kejadian A pasti akan terjadi.
Contoh kejadian yang mustahil :
– Matahari terbit dari barat
– Gajah bertelur
Contoh kejadian pasti terjadi :
– Matahari terbit dari timur
– Terjadinya malam dan siang hari


Oke, sampai disini dulu perkenalan tentang Materi Peluang, selanjutnya kita akan membahas lebih jauh tentang Peluang Kejadian Bersyarat.

Jika kamu telah siap, kamu dapat mencoba menjawab beberapa masalah tentang peluang (klik disini untuk latihan pemecahan masalah)

Salam BeMath dan Semoga Bermanfaat!

Jumat, 15 Juni 2018

Memulai Catatan Matematika Interaktif

Jika Anda adalah seorang guru yang mengharapkan keterlibatan siswa bukan hanya lewat sebuah 'diskusi kelompok', penyusunan catatan interaktif bisa menjadi alternatif yang baik. Seperti yang telah saya jelaskan di artikel sebelumnya, CMI (Catatan Matematika Interaktif) dapat membuat siswa lebih terlibat karena disini mereka harus menyusun sendiri catatan--yang juga berperan sebagai 'buku teks'-- dan berkreasi dengan hal tersebut. Selain bahan yang disiapkan oleh guru, siswa juga diberikan tugas untuk melengkapi CMI dengan bahan-bahan yang mereka sediakan sendiri. Favorit saya adalah ketika mereka harus menyediakan bahan yang berasal dari lingkngan sekitar dan dari internet.

Terkadang seorang guru sering menganggap siswa tidak mampu untuk menyiapkan sesuatu yang rumit. Tapi, pada saat kita mencoba, kita akan mengetahui bahwa siswa dapat memberikan lebih dari yang kita harapkan. Hal itulah yang saya lalui ketika menerapkan CMI. Seringkali saya dikagetkan dengan apa yang bisa diperbuat siswa saya dengan buku catatan mereka. Dan yang lebih keren adalah, ketika saya meminta mereka menyiapkan suatu bahan yang bersumber dari lingkungan, buku atau internet, beberapa siswa akan hadir dengan hasil yang luar biasa.

Oke, disini saya akan membahas beberapa hal penting yang harus disiapkan seorang guru untuk memulai CMI di awal semester. Sebagai catatan, CMI dapat disediakan untuk catatan selama satu semester atau untuk satu tahun penuh. Pilihlah yang terbaik, yang menurut Anda paling cocok diterapkan pada siswa yang akan Anda ajar.

1. Jenis dan Tema Sampul Buku

Jenis buku yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kita dapat menggunakan buku tulis biasa, buku binder, atau buku dengan sampul tebal (di daerah saya menyebutnya dengan buku album). Saya pribadi lebih memilih buku album, selain karena memiliki sampul yang tebal dan tidak mudah rusak, jenis buku in juga tersedia dalam berbagai ukuran yang dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan. CMI yang dimiliki siswa saya beruupa buku Album dengan ukuran kwarto.
Terlihat pada sampul buku tertulis "Bilangan tentang Saya". Ini merupakan tema yang saya pilih untuk sampul buku, dimana siswa memulai dengan mengamati jenis-jenis bilangan yang terkait dengan dirinya. Saya memilih topik ini karena materi ajar siswa SMP kelas VII dimulai dengan topik bilangan. Anda bisa memulai dengan tema lain dan berbeda untuk sampul.

2. Bagian-bagian Buku

Saat akan memulai sebuah CMI, sebelumnya kita harus menentukan bagaimana bentuk isi buku yang kita harapkan. Layaknya buku bahan belajar umumnya, CMI berisi mulai dari halaman identitas, daftar isi, kata pengantar (disini saya mengganti dengan aturan belajar), kemudian masing-masing bab sesuai dengan kurikulum pelajaran. Saya biasanya menyesuaikan urutan bab-bab tanpa mengikuti urutan baku yang diberikan. Saya menganalisis kemudian memilih materi apa yang harus saya ajarkan terlebih dahulu dan melihat materi-materi mana yang harus diajarkan secara hirarkis.

Pada halaman akhir buku, saya menyediakan lembar-lembar kosong yang akan diisi dengan lembar nilai harian, penilaian diri, dan penilaian antar kelompok. Selain itu, saya juga menyiapkan apa yang saya sebut "pojok membaca". Bagian ini akan berisi review dari bacaan yang saya berikan kepada siswa setiap bulannya. Selanjutnya, pada bagian kosong antara sampul buku bagian belakang dan lembaran terakhir diisi dengan berbagai rumus yang membantu proses pembelajaran. Diantaranya adalah daftar perkalian, rumus luas dan keliling bangun datar, tangga satuan, dan daftar simbol.


 Data diri Siswa


Daftar Isi


Tabel Perkalian

Salah satu fitur tambahan yang cukup berguna adalah daftar kosa kata (istilah) dan penjabarannya. Daftar ini dapat diletakkan dibagian awal setelah daftar isi atau dibagian akhir CMI. Daftar ini biasanya diisi sebagai tugas. Jadi, pada pertemuan tertentu dimana saya akan mengajarkan definisi baru, sebelumnya saya telah menugaskan siswa untuk mengisi daftar kosa kata mereka dengan istilah-istilah yang akan dipelajari. Saya menyebut bagian ini dengan "Math Vocabulary".


Math Vocabulary


3. Bahan yang Dibagikan di Hari Pertama

Hari pertama dimulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran, bentuk penilaian, aturan-aturan, dan cara membuat CMI. Untuk itu kita perlu menyiapkan beberapa bahan yang akan dibagikan pada hari ini. Bahan utama yang saya bagikan pada CMI saya adalah lembar daftar isi, daftar isi BAB, lembar pencapaian (penilaian) diri, dan lembar aturan yang berisi aturan kehadiran, penilaian, dan penggunaan buku, serta kontak saya (no.hp, whatsApp, dan e-mail) yang dapat mereka gunakan jika ingin menghubungi di luar jam sekolah.




 Daftar Isi

 Lembar Penilaian Diri

Lembar Aturan

4. Bahan Ajar per Pertemuan

Bahan ajar per pertemuan dapat disiapkan diawal semester atau sebelum pembelajaran dimulai. Menurut saya, sangat bagus jika bahan ajar ini disiapkan sebelum semester dimulai meskipun ini memang akan cukup memakan waktu. Akan tetapi, melakukannya lebih awal akan memudahkan pekerjaan dan fokus kita pada saat hari sekolah telah berlangsung.

Jika Anda memilih untuk menyiapkan bahan ajar secara berkala sebelum pertemuan, pastikan Anda telah menyiapkan daftar ide tentang bahan ajar yang seperti apa yang akan Anda sajikan pada setiap topik. Karena membuat CMI seperti menyusun sebuah buku, ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi diri kita sebagai seorang guru. Tentu saja ini akan membutuhkan kreativitas, dan pastinya kreativitas kita akan semakin baik dan berkembang dengan semakin banyaknya praktik yang kita lakukan.

Berikut ini adalah contoh bahan ajar yang saya siapkan untuk materi himpunan.


 Cara Menyatakan Himpunan
 Focus Problem
Langkah-langkah membuat Diagram Venn

Selama saya memulai CMI ini, bahan ajar masih saya siapkan setiap minggu. Metode ini saya anggap kurang efektif dan efisien karena selain membuat saya terburu-terburu, saya juga beberapa kali melewatkan hal-hal penting yang harus saya ajarkan. Meskipun saya telah mempunyai RPP (Rancangan Pembelajaran) sebelumnya, bukan hal yang mudah untuk selalu menyesuaikan bahan ajar dengan RPP, terutama jika pertemuan sebelumnya ada hambatan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, semester ini saya akan merubah metode dengan membuat semua bahan ajar diawal semester. Tentunya dengan adanya antisipasi terhadap hambatan yang mungkin dialami selama proses pembelajaran. 

Sebenarnya semua ini tergantung dari kemampuan kita sebagai guru. Saya merasa terkendala dengan persiapan bahan ajar perminggu karena saya juga merupakan seorang Ibu dengan dua anak balita yang aktif (hanya yang sudah menjadi ibu yang dapat memahami kesulitan ini). Guru lain yang tidak mempunyai hambatan serupa bisa saja lebih efektif dengan persiapan perminggu. Karena menurut saya, keuntungan dari metode yang seperti ini adalah kita bisa memperbaiki kesalahan dari pertemuan sebelumnya dan menyesuaikan bahan ajar dengan situasi dan kebutuhan siswa (yang selalu berubah-ubah). 

Silahkan memilih metode yang Anda anggap lebih nyaman. Persiapan sebelum memulai sebuah pertempuran, seringnya lebih baik dibanding aksi spontan selama pertempuran berlangsung. Akan tetapi, aksi spontan itulah yang terkadang menyelamatkan seorang prajurit dari kematian :).

5. Bahan Evaluasi Siswa

Setiap proses pembelajaran tidak akan selesai tanpa adanya proses evaluasi baik secara formatif maupun sumatif (saya membahas kedua jenis evaluasi ini diartikel lain). Evaluasi ini dapat berbentuk lisan, observasi, maupun tulisan. Karena kita berbicara terkait CMI, maka evaluasi yang saya maksud adalah evaluasi yang berbentuk tulisan.

Evaluasi yang disediakan dalam CMI berupa evaluasi harian (per pertemuan) dan evaluasi per BAB. Seperti layaknya pada buku-buku teks, evaluasi ini bertujuan untuk meninjau perkembangan siswa dan keefektifan penggunaan CMI. Evaluasi ini bisa dikerjakan secara individu maupun kelompok. Tergantung pada kebutuhan dan tingkat kerumitan evaluasi.


Contoh Evaluasi Harian

Evaluasi harian biasanya langsung dituliskan pada CMI. Sementara untuk evaluasi per BAB dilakukan secara terpisah (layaknya ulangan harian pada umumnya). Setelah evaluasi ini selesai saya akan meminta siswa untuk mengerjakan kembali di rumah pada CMI mereka sebagai tugas.

Jika Anda telah siap dengan lima hal di atas, saya dapat memastikan Anda telah siap memulai semester dengan menerapkan CMI di kelas Anda. Percobaan pertama akan selalu memiliki tantangan dan tentunya bisa tidak berjalan mulus sesuai rencana. Akan tetapi, tantangan seperti apa yang muncul tidak akan kita ketahui, dan masalah tidak dapat kita selesaikan jika kita tidak mulai mencoba. Semoga bermanfaat :).

Senin, 30 April 2018

Parlemen Muda, yang Muda pun Bisa Berparlemen

Parlemen Muda (Youth Parliament Indonesia) merupakan program kepemudaan berupa sebuah sidang parlemen bagi pemuda di Indonesia yang membahas isu-isu mutakhir yang membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh pemuda. Kegiatan ini diikuti oleh satu atau dua orang perwakilan dari setiap provinsi. 
Berikut dipaparkan latar belakang dibentuknya parlemen muda yang dikutip dari parlemenmuda.wordpress.com

Latar Belakang

Regenerasi merupakan langkah paling penting dalam proses pembangunan nasional. Masa depan sebuah negara tergantung kesuksesan proses regenerasi yang melahirkan pemuda sebagai pemimpin masa depan. Hal tersebut membutuhkan peningkatan partisipasi para pemuda dalam kegiatan politik. Partisipasi aktif dalam isu-isu penting akan meningkatkan kesadaran politik para pemuda dan mempersiapkan mereka dengan kemampuan untuk mengembangkan kepemimpinan yang lebih baik. Hal tersebut juga melengkapi kematangan para pemuda dalam partisipasi kegiatan politik melalui pengalaman dalam membuat kebijakan, yang merupakan kualitas penting bagi pemimpin masa depan. Maka dari itu, peningkatan partisipasi para pemuda dalam kegiatan politik sangat dibutuhkan untuk menjamin keberlangsungan proses pembangunan nasional. Kami menyadari bahwa proses pembentukan kebijakan yang menyangkut masalah-masalah pemuda, seringkali mengabaikan suara dari para pemuda itu sendiri. Karena itulah kami akan menyediakan proses pembentukan kebijakan menyeluruh, dimana suara dari para pemuda dalam negeri dapat didengar melalui perwakilan yang mereka percaya dan mereka pilih sendiri.

Visi
Pembangunan nasional melalui investasi kaum pemuda.

Misi:
  1. Meningkatkan partisipasi pemuda dalam kegiatan politik nasional
  2. Meningkatkan kesadaran pemuda mengenai isu-isu penting
  3. Mempersiapkan pemuda dengan kualitas kepemimpinan terbaik
  4. Mengemukakan pikiran dan ide-ide pemuda mengenai isu-isu politik
Isi Acara:
  1. Satu minggu Sidang Parlemen di Jakarta
  2. Periode kampanye, debat parlemen, dan pemilihan umum melalui online voting di 34 propinsi
  3. Roadshow dan Parlemen goes to school di 8 propinsi, juga promosi melalui media massa, organisasi sekolah, dll
  4. Debat online, diskusi, dan kompetisi
  5. Young People Awards, upacara penghargaan spesial pada acara penutupan sidang, yang akan menjadi momentum bagi para pemuda (usia 15 – 22) yang telah membuat perubahan di Indonesia dan mempunyai prestasi luar biasa dalam bidang pendidikan, seni dan olahraga, teknologi, pembangunan komunitas, dan kewiraswastaan.
  6. Forum bagi para perintis perubahan, public talkshow yang menampilkan pembicara para nominator dari Young People Awards
Hasil yang diharapkan:
  1. Peningkatan kesadaran para pemuda dalam isu-isu penting yang berhubungan dengan anak muda sendiri, juga peningkatan partisipasi dalam kegiatan politik;
  2. Rekomendasi dari para pemuda, terutama dalam tiga isu penting: pendidikan, kesehatan, dan lingkungan, sebagai hasil dari sidang selama satu minggu;
  3. Pembentukan parlemen muda kecil di 34 propinsi yang akan menjadi media untuk para pemuda menyampaikan ide dan pendapat mereka dalam proses pembentukan kebijakan, juga menyediakan mekanisme check and balance dalam proses pembuatan peraturan di wilayah mereka masing-masing.
  4. Kolaborasi proyek nasional dan lokal pada isu-isu yang berhubungan dengan sidang.
Program perlemen muda ini pertama kali dicanangkan oleh Indonesian Future Leader (IFL) pada tahun 2012 yang kemudian dijadikan agenda dua tahunan oleh yayasan ini. Kegiatan sejenis kemudian diikuti oleh lembaga DPR/MPR RI dengan meluncurkan kegiatan Parlemen Remaja yang diikuti oleh perwakilan siswa SMA/SMK se-Indonesia. Dampak positif dari kegiatan ini juga membuat Kemenpora mencanangkan kegiatan Parlemen Muda sebagai agenda tahunan.
Mengikuti trend ini, Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia mencoba untuk memasukkan Parlemen Muda sebagai salah satu item yang dilombakan dalam event Lomba Tingkat Pramuka Penggalang. Bentuk perlombaan nya memang tak sedetail yang diselenggarakan oleh dua penyelenggara yang lain. Tetapi, untuk pemudia usia Penggalang (11-15 tahun), mekanisme yang dijalankan telah banyak memberikan pengalaman bagi mereka khususnya dalam meramu materi yang menjadi topik dan bagaimana materi tersebut dipaparkan di hadapan orang lain selayaknya dalam sidang parlemen.
Kegiatan seperti ini tentunya bisa menjadi cikal bakal bagi pengembangan kemampuan generasi muda dalam hal berbangsa dan bernegara. Karena selain isu-isu yang diangkat merupakan isu-isu yang sedang berkembang disekeliling mereka, pemuda juga diajak untuk bersama memikirkan solusi yang efektif bagi permasalahan bangsa.
Semoga dengan dicanangkan kegiatan Parlemen Muda ini di berbagai lembaga yang mewadahi kegiatan kepemudaan, kita dapat menunjukkan pemuda Indonesia bisa dan mampu memperbaiki kondisi pemuda lewat program-program unggulan yang mereka canangkan sendiri.

Muda pun bisa ber-parlemen.

Be a Mathematical Thinker!

Rabu, 07 Maret 2018

Catatan Matematika Interaktif: Apa yang menarik?

Saya mulai mengenal tentang catatan interaktif pada tahun 2015. Ketika itu saya memulai karir sebagai seorang guru di salah satu SMP di Kota Kendari. Sebagai penunjang profesi, saya mulai melakukan pencarian diberbagai sumber tentang bagaimana cara mengajarkan materi dengan baik dan menarik bagi siswa. Salah satu pencarian membawa saya kepada sebuah artikel yang membahas tentang penggunaan buku catatan interaktif.

Penulis artikel tersebut adalah seorang guru sains dan mulai menggunakan buku catatan interaktif sejak tahun 2013 untuk menunjang pembelajaran yang dia lakukan di kelas. Setelah membaca artikel tersebut, saya mulai mencari dengan kata kunci yang sama yaitu "buku catatan interktif" dengan lebih spesifik ke mata pelajaran yang saya ampu. Sayangnya, pencarian saya tidak membuahkan hasil. Semua artikel terkait hal ini hanya berbicara tentang catatan untuk mata pelajaran sains. Selain itu, hanya sekitar tiga sumber yang membicarakannya dan tidak ada yang sedetail artikel yang pertama saya baca.

Rasa penasaran membawa saya mencari dengan kata kunci yang lebih berani, yaitu dengan menggunakan Bahasa Inggris. Kenapa saya katakan lebih berani? Karena pada umumnya orang Indonesia menghindari membaca artikel berbahasa Inggris, terutama artikel keilmuwan. Dengan kemampuan Bahasa Inggris yang standar saya mulai mencoba dengan kata kunci "interactive notebook". Dan hasilnya... Boooommmm!!! Membuat saya tertegun sejenak.

Begitu banyak artikel yang membicarakan hal ini. Dan yang menarik perhatian saya adalah banyaknya guru matematika di luar sana (khususnya USA) yang telah menggunakan catatan interaktif sebagai media belajar. Tentunya ini tidak akan membuat saya kekurangan informasi. Salah satu blog yang dikemudian hari menjadi tolak ukur saya dalam menjalankan buku catatan interaktif adalah milik Sarah Carter, math=love. Sarah Carter adalah seorang pengajar sekolah menengah di Oklahoma, US. Kepiawaian dan keberhasilannya dalam menerapkan catatan interaktif telah membawa dirinya memperoleh berbagai penghargaan. Salah satunya adalah sebagai NPR's 50 Great Teacher pada tahun 2015.

Pada blog milikinya, Sarah banyak berbagi tentang intearactive notebook (INB). Bukan hanya sekedar membahas setiap kegiatan pembelajaran yang dijalaninya sebagai guru matematika pada senior high school, tetapi juga Sarah membagikan secara gratis berbagai bahan ajar dan foldable siap print untuk materi aljabar dan geometri. Dari blog ini saya banyak belajar tentang bagaimana menjadikan matematika pelajaran yang lebih menyenangkan, khususnya dari segi bahan ajar.

Selanjutnya saya mulai membaca setiap post dari blog tersebut dan lebih banyak mencari tentang seperti apa bentuk catatan interaktif yang baik untuk pelajaran matematika. Catatan interaktif merupakan sebuah catatan pelajaran yang berbentuk seperti buku teks, tetapi dengan format yang lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Melalui catatan interaktif, siswa diharapkan dapat lebih memahami materi yang diajarkan karena disini mereka membuat sendiri "buku teks" mereka, menghiasnya dengan berbagai warna, membuat halaman yang teratur pada setiap lembar, memiliki daftar isi, daftar kosa kata, aturan penggunaan buku, dan bahkan lembar latihan dan tugas rumah.



Catatan interaktif membuat guru dan siswa lebih kreatif dalam proses pembelajaran, selain itu dapat menjadi lebih menyenangkan dengan digunakannya berbagai permainan paper based. Berbagai model catatan interaktif yang dapat diterapkan, diantaranya adalah model input-output seperti yang digunakan pada artikel pertama yang saya baca, ataupun model yang lebih fleksibel seperti miliki Sarah.

 Model input-output


Versi Sarah (lihat lainnya)
Versi Saya :)

Harapan saya, setalah membaca artikel ini banyak guru-guru kreatif di luar sana yang dapat memulai catatan interaktif mereka.